Pantun

Buah pinang buah belimbing,

ketiga dengan buah mangga.

Sungguh senang berbapak sumbing,

biar marah tertawa juga.

Pohon manggis di tepi rawa,

tempat kakek tidur beradu.

Sedang menangis nenek tertawa,

melihat kakek bermain gundu.

Pak Pung Pak Mustafa,

encik Dulah di rumahnya.

Tepung dengan kelapa,

gula jawa di tengahnya.

Burung nuri burung dara,

terbang di sisi taman kahyangan.

Cobalah cari, wahai saudara,

makin diisi makin ringan.

Buah nangka buah durian,

cempedak muda dibuat jamu.

Buat apa berteman,

jika tak pernah main denganku.

Buah kelapa dingin airmu,

nira di piring tumpah kau buang.

Buat apa main denganmu,

jika main pasti kau curang.

Mangga dipetik berwarna merah,

sayang disayang tinggallah satu.

Duhai abang berbaju merah,

sudah lupakah dikau padaku?

Mangga dijual satu keranjang,

dijualnya lewat surau.

Adinda cantik kasihku sayang,

mana mungkin lupakan dikau.

Kalau kita main catur,

tidak lupa memegang kuda.

Kalau hidup kita teratur,

badan sehat dan sejahtera.

Ban mobil di taman kota,

bila diambil haruslah diikat.

Badan yang sehat idaman kita,

bila belajar semakin giat.

Mari bersama naik kuda,

kuda ditarik melompat-lompat.

Mari bersama berolahraga,

untuk bekal hidup sehat.

Jangan suka makan mentimun,

lebih baik makan mentega.

Jangan suka duduk melamun,

lebih baik berolahraga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s